Selasa, 19 Februari 2019
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (era.id)
10 Oktober 2018 20:07 WIB

Amien Rais 'Diserang' soal Permintaan Ganti Kapolri

"Jangan karena Pak Amien Rais dipanggil pihak kepolisian lalu pihak kepolisian yang salah"
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani mengkritisi pernyataan Amien Rais yang meminta agar Presiden Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Asrul menyebut, pencopotan perwira tinggi Polri dari jabatannya itu harus melalui prosedur hukum yang jelas.

"Saya melihat dari dua hal. Pertama dari sisi hukum. Pada umumnya bahkan pada pejabat negara itu baru mundur atau dimundurkan kalau sudah jadi tersangka. Nah ini kan baru disebut dalam sebuah dokumen yang kita belum tahu persis siapa yang membuatnya," kata Arsul kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).

Memang, nama Tito Karnavian masuk dalam sebuah laporan yang menyebut ada aliran suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman, dan sekretarisnya, Ng Fenny, terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar.

Masalah ini kembali ramai saat adanya hasil investigasi yang membahas dua penyidik KPK dari unsur kepolisian, Roland Ronaldy dan Harun, tertangkap kamera CCTV di Gedung KPK saat beraksi mengambil buku warna merah yang berisi catatan keuangan penerimaan suap.


Baca Juga : Video Pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya


Amien Rais (Mahesa/era.id)

Kembali pada permintaan Amien Rais untuk mencopot Tito dari jabatannya, menurut Arsul, dokumen yang digunakan dari hasil investigasi itu juga belum ada proses verifikasi serta belum ada penegak hukum seperti KPK yang menindaklanjuti hasil investigasi tersebut.

"Terhadap siapapun yang disebut orangnya, bukan karena ini menyangkut Pak Kapolri, ya. Tetap harus kita berlakukan asas praduga tak bersalah. Wong, yang jadi tersangka, terdakwa sampai dengan putusan saja asas itu masih berlaku kok. Lha ini belum jadi apa-apa," ungkapnya.

Baca Juga : Pemeriksaan Amien Jegal Pencapresan Prabowo-Sandi?

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan mengaku tak keberatan dengan keinginan Amien Rais yang hendak mengganti Kapolri. Namun, kata Ace, permintaan itu harus dibarengi dengan alasan yang jelas.

"Saya kira, sah-sah saja ya beliau punya keinginan untuk mengganti Kapolri. Tapi kan presiden harus punya alasan kenapa harus diganti. Proses penggantiannya juga tidak mudah karena menyangkut dengan argumen pergantian," ungkap Ace.

Anggota DPR RI ini juga menilai kalau permintaan Ketua Dewan Pembina PAN itu tak logis. "Jangan karena Pak Amien Rais dipanggil pihak kepolisian lalu pihak kepolisian yang salah. Kan tidak logis menurut saya. Itu terlihat sekali bahwa di situ ada kekecewaan terhadap pihak kepolisian yang dipimpin oleh Pak Tito Karnavian," ungkapnya.

Baca Juga : Saat Amien Rais Jadi Puji Profesionalisme Polisi

Supaya kamu tahu, setelah tiba di Polda Metro Jaya, Amien Rais menggelar jumpa pers singkat. Salah satunya, dia mempertanyakan pemanggilan dirinya sebagai indikasi adanya upaya kriminalisasi.

Amien bercerita saat malam tadi dia menonton salah satu program acara di Metro TV. Di situ ada penjelasan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto yang menyebut pemanggilan Amien Rais merujuk pada keterangan Ratna Sarumpaet.

Yang jadi masalah, Amien mempersoalkan salah satu pernyataan Setyo Wasisto yang menyebut surat pemanggilan dirinya tertanggal 2 Oktober. Padahal Ratna sendiri baru ditangkap pihak polisi 4 Oktober. Di akhir jumpa pers, Amien juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia lalu menampilkan salah satu kopian berita dari sebuah media nasional.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
19 Februari 2019 16:33 WIB

Kimmich Sebut Liverpool Lebih Baik dari Bayern

Jelang pertandingan, biasanya memang suka ada puja-puji biar lawan terlena
megapolitan
19 Februari 2019 16:25 WIB

Enam Anggota Polres Jakut Dipecat karena Terlibat Narkoba

Upacara pemecatan itu dilaksanakan dengan pelucutan seragam dan atribut polisi
Nasional
19 Februari 2019 15:55 WIB

Karhutla Masih Terjadi, Tapi Asapnya Sudah Jauh Berkurang

Datanya enggak bohong kok
Internasional
19 Februari 2019 15:45 WIB

Bebas Berkunjung Plus Mantai di St Kitts dan Nevis

Kini, WNI bebas berlibur ke St Kitts dan Nevis. Yuk cari tahu, ada apa saja di sana?
Internasional
19 Februari 2019 15:31 WIB

Palestina-Jordania Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Penutupan itu dilakukan Israel dengan menggunakan rantai dan gembok