Jumat, 21 Februari 2020
Aktivis LGBT Jepang (BBC)
27 November 2019 18:02 WIB

Pemkot Yokohama Akui Pernikahan Pasangan Sesama Jenis

Pasangan sesama jenis bakal diakui pernikahannya
Bagikan :


Jakarta, era.id -  Pemerintah kota Yokohama akan segera mengakui pernikahan sesama jenis. Pemkot Yokohama akan mengeluarkan sertifikat bagi pasangan sesama jenis dan memungkinkan mereka mendapat perlakuan dan fasilitas yang sama dengan warga lain atau pasangan suami istri.

Seperti dikutip dari NHK, Rabu (27/11/2019), para pejabat Kota Yokohama mengatakan dokumen itu akan tersedia dalam bahasa Inggris, Cina, Korea, serta juga bahasa Jepang. Warga asing yang tinggal di kota tersebut juga akan diakui haknya.

Terlepas dari gender mereka dalam kartu keluarga, pasangan dewasa dapat mendaftarkan diri untuk sertifikat tersebut dengan mengajukan perjanjian tertulis yang mengakui satu sama lain sebagai pasangan hidupnya.

Para pejabat mengatakan Kota Yokohama berencana untuk memungkinkan pemegang sertifikat untuk menerima layanan publik yang sama dengan pasangan yang menikah seperti izin untuk mendaftar apartemen yang dikelola pemerintah kota. 


Baca Juga : Angka Homoseksual Tinggi, Istri di Bekasi Jadi Was-Was

Kota yang berpenduduk lebih dari 3,7 juta orang itu akan meluncurkan sistem tersebut pada Senin (2/12/2019) pekan depan. Jumlah pemerintah daerah yang telah meluncurkan sertifikat serupa di Jepang makin dalam beberapa tahun terakhir di tengah masyarakat Jepang ayng terkenal konservatif.

Pada tahun 2015 daerah Shibuya adalah yang pertama kali mengeluarkan sertifikat sesama jenis. Awal tahun lalu, beberapa pasangan sesama jenis dan aktivis LGBT menuntut pemerintah Jepang agar mengakui pernikahan mereka. Ai Nakajima, 40, dari Jepang dan Tina Baumann, 31, dari Jerman adalah salah satunya.


Ai Nakajima dan Tina Baumann (BBC)

Keduanya telah bersama-sama sejak tahun 2011 ketika bertemu di Berlin. Setelah tinggal selama beberapa tahun di Jerman, mereka pindah ke Jepang. Tetapi hidup sebagai pasangan sesama jenis adalah sangat berbeda di kedua negara.

"Masyarakat Jepang pada umumnya sangat konservatif," kata Nakajima seperti dikutip dari BBC.

Kebanyakan teman mereka tidak berani menyatakan diri sebagai homoseksual dan menyembunyikan pasangannya dari keluarga dan teman-teman. Meskipun Jepang adalah negara yang sangat tradisional, jajak pendapat mengisyaratkan kebanyakan generasi muda Jepang mendukung pernikahan sesama jenis.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
21 Februari 2020 21:07 WIB

Kim Go Eun Sumbang Rp1,1 Miliar untuk Wabah COVID-19

Sudah cantik, baik lagi
Lifestyle
21 Februari 2020 20:58 WIB

Podcast Eradotid x Wregas Bhanuteja

Wregas Bhanuteja bocorkan pengalaman dan proyek film yang masih tertunda
Lifestyle
21 Februari 2020 20:02 WIB

Seungri Tetapkan Tanggal Wajib Militer

Hal ini karena persidangan jangka panjang di pengadilan bisa menghambat wajib militer
Nusantara
21 Februari 2020 19:24 WIB

Enam Anggota Pramuka Hanyut Saat Banjir

Empat korban sudah ditemukan
megapolitan
21 Februari 2020 18:57 WIB

Arkeolog Tolak Gelaran Formula E di Monas

Karena cagar budaya