Minggu, 05 April 2020
Sarasah Tiga Tingkat Sungai Guntung objek wisata unggulan di Nagari Pasia Laweh yang sedang dibenahi. (Foto: Antara)
16 Januari 2020 18:01 WIB

Surga Alam Tersembunyi di Nagari Pasia Laweh Agam

Anak alay gak boleh tahu, entar pada buang sampah sembarangan~
Bagikan :


Palupuh, era.id - Barangkali tak banyak yang tahu, jika ada surga alam tersembunyi di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Wilayah yang dilintasi Jalan Lintas Bukittinggi-Medan itu punya wajah yang indah dan berpotensi menjadi daerah wisata yang layak dikunjungi.

Keelokannya dijamin bakal bikin tangan 'gatal' untuk terus mengabadikan pengalaman lewat kamera atau ponsel. Ketika sampai di Pasar Palupuh, objek tersembunyi beberapa ratus meter di belakang pasar berupa pemandian air hangat siap menyegarkan tubuh pengunjung.

Pemandian Aia Angek Lubuak Paranggai merupakan objek pertama yang bisa dikunjungi setelah memasuki wilayah Pasia Laweh. Jalan masuknya hanya berupa lorong sempit di antara toko yang berdiri di pinggir jalan. Pengunjung harus berjalan kaki beberapa ratus meter untuk bisa sampai ke pemandian ini.

Objek ini masih sangat sederhana. Warga setempat membuat kolam kecil berukuran sekitar 4x6 meter di tempat keluarnya air hangat, di sisi aliran sungai. Belum ada fasilitas pendukung lainnya. Biasanya anak-anak yang menghabiskan waktu bermain di kolam tersebut.


Baca Juga : Hal yang Paling Dirindukan Jika Wabah COVID-19 Hilang

Meski kecil dan sederhana, bagi orang dewasa kolam itu cukup untuk sekadar merendam kaki sambil menikmati hawa sejuk dari rindangnya pepohonan.

Dari pemandian, perjalanan bisa dilanjutkan ke Simpang Palimbatan di kilometer 27 Jalan Lintas Bukittinggi-Medan. Di titik ini, berbelok ke kanan kemudian menempuh perjalanan sekitar empat sampai lima kilometer menuju objek kedua yaitu Ikan Banyak di Lubuk Parulangan, Jorong Pasia Laweh.

Ikan Banyak merupakan objek wisata yang baru dikembangkan pada 2019. Sejak dulu ada tradisi turun-temurun yang membuat ikan garing (gariang) yang hidup di sana terlarang untuk ditangkap apalagi dikonsumsi.

Warga jorong secara turun-temurun memiliki seorang juru kunci yang "mengunci" ikan-ikan sehingga tidak boleh dikonsumsi. Warga percaya jika nekat mengonsumsi maka akan ada kemalangan menimpa seperti menderita suatu sakit.

Tradisi di sana jika terjadi suatu musibah, hajatan atau sebuah perayaan maka juru kunci dan warga bersepakat membuka "kunci" kemudian barulah warga dibolehkan menangkap ikan, mengolahnya dan menyantap bersama-sama.

Namun sayangnya, sembilan tahun lalu, juru kunci terakhir meninggal dunia sebelum sempat mewariskan "kemampuan" pada penerusnya sehingga sejak saat itu sampai sekarang ikan gariang tersebut tidak lagi bisa dikonsumsi oleh warga jika ada keperluan. Bagi warga, ikan itu selamanya menjadi ikan terlarang.

Berjarak lima kilometer dari Ikan Banyak, objek wisata selanjutnya yaitu Sarasah Tiga Tingkat Sungai Guntung. Perjalanan ke sana dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau empat namun jalurnya cukup menantang berupa tanjakan.

Meski medan yang sulit, sepanjang perjalanan disuguhkan pemandangan hijau menyegarkan mata. Ketika dari kejauhan sudah tampak air terjun tiga tingkat, akan menambah semangat untuk segera sampai di objek wisata itu.

Setelah sampai, segarnya udara dan air Sarasah Tiga Tingkat Sungai Guntung membuat betah berlama-lama di sana.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
05 April 2020 19:09 WIB

Melihat Waktu Ideal Berjemur Berdasarkan UV Indeks WHO

Katanya sih dari jam 10 pagi sampai 2 siang
Internasional
05 April 2020 18:18 WIB

Ada Kulkas Raksasa untuk Simpan Jasad Korban COVID-19 di Ekuador

Ekuador melaporkan 318 pasien meninggal dunia akibat COVID-19
Nasional
05 April 2020 17:17 WIB

Pesan Trump untuk Warganya: Minggu Depan Banyak yang Meninggal di AS

Kok jadi terkesan nakutin ya?
Lifestyle
05 April 2020 16:04 WIB

Kembalinya sang Raja Dangdut Lewat Lagu 'Virus Corona'

Baru dirilis sudah trending di YouTube
Internasional
05 April 2020 15:15 WIB

Gaji Presiden dan Menteri Malawi Dipotong untuk Wabah COVID-19

Semoga Indonesia segera menyusul~