Jumat, 21 Februari 2020
Ilustrasi (Pexels/Pixabay)
29 November 2019 17:01 WIB

Serangan Homofobia di London: Dipaksa Berhubungan Seks dalam Bus

Tak hanya dilecehkan dan mendapat kekerasan, barang-barang korban pun turut dirampas
Bagikan :


London, era.id - Malam itu, Kamis 30 Mei 2019, mungkin menjadi momen yang tak terlupakan bagi pasangan sesama jenis di London yang mendapat serangan homofobia dari tiga remaja laki-laki. 

Cerita bermula saat Melania Geymonat (28) bersama kekasihnya Chris memutuskan untuk menumpangi bus malam di West Hampstead. Tiba-tiba tiga orang lelaki yang tidak diketahui identitasnya menyerang pasangan lesbi tersebut.

Melania menuturkan kepada radio BBC bahwa gerombolan remaja tersebut mulai melecehkannya ketika mereka mengetahui ia dan kekasihnya Chris adalah pasangan sesama jenis.

"Mereka mengeroyok kami dan mengatakan hal-hal yang sangat agresif, soal posisi seks, lesbian dan mengklaim kami dapat berciuman sehingga mereka dapat melihat kami," katanya, seperti dikutip Antara, Jumat (29/11/2019).


Baca Juga : Angka Homoseksual Tinggi, Istri di Bekasi Jadi Was-Was

Atas kejadian tersebut, kedua korban pun mengalami luka-luka dengan berlumuran darah akibat pukulan berkali-kali dari si pelaku. Ponsel dan tas milik korban juga dibawa kabur.


Ilustrasi (Rudy and Peter Skitterians/Pixabay)

Kepala Keselamatan Masyarakat dan Transportasi di London, Mandy McGregor mengatakan pihaknya sangat mengecam aksi homofopia tersebut. Dia bilang, aksi tersebut merupakan kejahatan kebencian dan tidak akan dimaklumi pihaknya.

"Insiden memuakkan ini benar-benar tak dapat diterima," kata nya.

Sementara itu, tiga remaja laki-laki pelaku homofobia pada Kamis (29/11) mengaku bersalah di Pengadilan Highbury atas pelanggaran ketertiban umum, termasuk melakukan kejahatan kebencian dan menampung barang curian. Mareka bakal divonis pengadilan pada 23 Desember 2019.

Apakah kamu termasuk homopobic?

Homofobia merupakan serangkaian perilaku dan perasaan negatif terhadap homoseksualitas atau terhadap orang-orang yang dianggap sebagai lesbian, gay, biseksual, atau transgender (LGBT). Mengutip dari laman wikipedia.org, homofobia dapat diekspresikan dalam bentuk sikap antipati, penghinaan, prasangka, sikap jijik, atau kebencian, berdasarkan rasa takut yang irasional, dan sering kali terkait dengan keyakinan dan kepercayaan agama.

Homofobia juga mengarah kepada perilaku menentang atau sikap bermusuhan, seperti diskriminasi terhadap kaum yang termasuk ke dalam golongan LGBT. Pada tataran yang lebih ekstrem, sikap homofobia dapat mengarah kepada perilaku kekerasan, penyerangan, dan penganiayaan terhadap kaum homoseksual; suatu tindak kekerasan dengan alasan perbedaan orientasi seksual atas mereka yang non-heteroseksual.

Mengutip laman hallosehat.com, tak semua orang yang tak setuju atau tak suka pada homoseksualitas bisa disebut homophobic. Indikator homophobic adalah ketika sesorang memiliki intoleransi dan ketakutan irasional terhadap pria dan wanita homoseksual. Homophobia sering diartikan sebagai medium prasangka dan kebencian. Namun, studi menemukan bahwa homophobia bisa dikaitkan dengan masalah psikologis.

Sebuah penelitian yang dikepalai oleh Dr. Emmanuela A. Jannini, presiden Italian Society of Andrology and Sexual Medicine menyimpulkan bahwa homophobia lebih banyak didapati pada pria daripada wanita. 

Lebih lanjut, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Shire Professional, lembaga konsultan psikologi okupanis Inggris di tahun 2009 menunjukkan bahwa orang-orang yang homophobic memiliki kecenderungan untuk memiliki sifat diskriminatif dan rasis yang lebih menonjol dibandingkan dengan kelompok lainnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
21 Februari 2020 21:07 WIB

Kim Go Eun Sumbang Rp1,1 Miliar untuk Wabah COVID-19

Sudah cantik, baik lagi
Lifestyle
21 Februari 2020 20:58 WIB

Podcast Eradotid x Wregas Bhanuteja

Wregas Bhanuteja bocorkan pengalaman dan proyek film yang masih tertunda
Lifestyle
21 Februari 2020 20:02 WIB

Seungri Tetapkan Tanggal Wajib Militer

Hal ini karena persidangan jangka panjang di pengadilan bisa menghambat wajib militer
Nusantara
21 Februari 2020 19:24 WIB

Enam Anggota Pramuka Hanyut Saat Banjir

Empat korban sudah ditemukan
megapolitan
21 Februari 2020 18:57 WIB

Arkeolog Tolak Gelaran Formula E di Monas

Karena cagar budaya