Rabu, 12 Desember 2018
Ilustrasi (Pixabay)
05 Desember 2018 16:25 WIB

Kado Pemerintah untuk Guru Honorer Perlu Diapresiasi

"Ini salah satu bentuk perhatian kepada guru honorer," kata pendukungnya di Pilpres 2019
Bagikan :
Jakarta, era.id - Pemerintahan Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Terbitnya peraturan itu artinya semakin membuka peluang untuk guru honorer menjadi PPPK bagi yang telah melampaui usia maksimal yang ditetapkan oleh undang-undang untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengapresiasi terbitnya PP Nomor 49 Tahun 2018 tersebut. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk perhatian Jokowi terhadap nasib guru honorer.

"Ini salah satu bentuk perhatian Pak Jokowi atas keadaan guru-guru terutama guru honorer yang diantara mereka telah lama bekerja sebagai guru tetapi belum mendapatkan apresiasi dan perhatian dari pemerintah," jelas Karding kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

"Ada di antara mereka yang sudah bekerja selama 15 tahun bahkan 20 tahun, oleh karena itu keluarnya PP 49 Tahun 2018 ini sebagai bukti dan komitmen dari Pak Jokowi untuk memperhatikan, memberdayakan dan melayani guru kita khususnya honorer," imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengatakan, keputusan pemerintahan Jokowi mengeluarkan peraturan tersebut sudah tepat. Sebab, guru honorer digaji sangat rendah.

"Ada berapa problem yang mereka alami, gaji mereka jauh dibawah UMP (Upah Minimum Provinsi). Mereka digaji berdasarkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), keputusan dari sekolah. Guru honorer ini banyak diangkat oleh kepala sekolah, kemudian digaji oleh dana BOS. Jangan heran guru honorer dapat Rp150 ribu per bulan, kecil banget karena kebijakan dari kepala sekolah," ungkap Arya.

Dilansir setkab.go.id, dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Presiden Jokowi juga bilang, pemerintah secara bertahap dan berkelanjutan bakal merekrut para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

"Pada tahun ini rekrutmen CPNS terbanyak adalah guru yang mencapai 114 ribu guru," kata Jokowi beberapa waktu yang lalu.

Mantan Gubernur DKI telah mendengar sejumlah keluhan para guru terkait profesi mereka. Para guru honorer ini mengeluhkan potongan tunjangan sertifikasi bagi guru untuk menunaikan ibadah seperti haji dan umrah.

"Ini urusan sakit, umrah, dan haji yang dulu dipotong sertifikasinya sekarang tidak kan? Karena kita sudah mengeluarkan peraturan mengenai itu,” ungkap mantan Wali Kota Solo tersebut.

Ibadah haji dan umrah, disebut Jokowi, juga merupakan salah satu kompetensi sosial para guru. Sehingga tak tepat jika para guru yang menunaikan ibadah tersebut mendapatkan pemotongan tunjangan profesi.

"Ini sesuatu yang tidak benar yang telah kita luruskan dengan peraturan yang telah keluar," ujar Jokowi.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Review
12 Desember 2018 08:49 WIB

Berapa Harga ROG Phone di Indonesia?

Harganya mencapai belasaan juta
Lifestyle
12 Desember 2018 07:46 WIB

VIDEO: One Direction Bakal Reuni Besar

Ada kemungkinan mereka reuni saat liburan Natal
Lifestyle
12 Desember 2018 07:05 WIB

Instagram Saring Komentar Otomatis dalam Bahasa Indonesia

Bye bye bully dan hate speech~~
Lifestyle
12 Desember 2018 06:27 WIB

Samsung Kembangkan Jaringan 5G untuk Mobil Terhubung

Kerja sama ini dilakukan dengan Otoritas Keselamatan Transportasi Korea (KOTSA)
Lifestyle
11 Desember 2018 21:21 WIB

Kenapa Harus Iklan Blackpink?

Haruskan muncul petisi, atau hanya sekedar nasihat yang tak diinginkan warganet?