Senin, 22 Oktober 2018
Menko PMK Puan Maharani bertemu mahasiswa di Mesir. (Istimewa)
27 April 2018 15:19 WIB

Pesan dari Puan untuk Mahasiswa di Mesir

"Jadilah calon pemimpin yang selalu menjaga keberagaman dan toleransi,"
Bagikan :


Kairo, era.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani melanjutkan kunjungan kerjanya ke Mesir setelah melakukan monitoring dan evaluasi persiapan ibadah Haji di Arab Saudi. Puan menggelar dialog dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. 

Ada sekitar 80 mahasiswa di sana, di antaranya adalah Presiden PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) bersama pengurusnya, Ketua WIHDAH (Otonom PPMI untuk perempuan) serta pengurus intinya, dan Ketua Tujuh Belas (17) Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia di Mesir. Acara dialog juga diikuti ketua senat mahasiswa dari berbagai fakultas agama, dan penghuni asrama. 

Puan merasa bangga bisa bersilahturahmi dengan para mahasiswa Al Azhar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kedatangan seorang menteri tidak disia-siakan para mahasiswa. Mereka langsung curhat banyak hal.

Mereka menyampaikan aspirasi perlunya pembinaan mahasiswa saat masuk asrama, memperluas beasiswa hingga pelibatan mahasiswa Indonesia sebagai tenaga pendamping pelaksanaan haji. Termasuk usulan dibentuknya lembaga yang kredibel untuk bicara soal agama di Indonesia.


Baca Juga : Megawati dan Puan Groundbreaking Masjid At Taufiq

Puan menyambut baik usulan tersebut dan janji akan meneruskan aspirasi mereka ke kementerian terkait. Puan juga menyampaikan pesan khusus untuk para mahasiswa di Mesir.

"Kalian itu satu Indonesia. Apalagi ini tahun pesta politik, jangan sampai hanya karena berbeda pilihan mengakibatkan kalian tercerai berai," kata Puan dalam siaran pers yang diterima era.id, Jumat, (27/4/2018).


Kunjungan Menko PMK ke Mesir (Istimewa)

Selain itu, menteri koordinator termuda ini berpesan agar mahasiswa membentengi diri dari dampak negatif teknologi dan informasi seperti berita hoax yang menimbulkan fitnah dan perpecahan. Puan punya pesan, mahasiswa sadar kalau Indonesia butuh kader yang mau memikirkan bangsanya.

"Jadilah calon pemimpin yang selalu menjaga keberagaman dan toleransi. Karena bangsa kita terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan budaya. Agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga," pesan Puan.

Selain menyebut Indonesia butuh kader yang memikirkan bangsanya ita juga menyebut, bahwa Indonesia butuh kader yang memiliki komitmen tinggi serta kecintaan pada Indonesia.

"Para mahasiswa perlu sejak dini mempersiapkan diri dan membekali diri dengan berbagai macam keterampilan dan inovasi yang mampu bersaing di masa depan," tutupnya.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
22 Oktober 2018 22:14 WIB

Diskotek Old City Ditutup Sementara

Diduga, diskotek ini terdapat kegiatan narkoba, perdagangan manusia dan prostitusi 
Lifestyle
22 Oktober 2018 21:14 WIB

Skrip A Quiet Place 2 Mulai Digarap

Ini kata pemain, sutradara sekaligus penulis skripnya, John Krasinski
Nasional
22 Oktober 2018 20:30 WIB

Aturan Citra Diri Paslon Belum Jelas, Apa Kata KPU?

Aturan ini jelas penting. Tapi, ada sejumlah hal yang masih perlu dilakukan KPU, apa saja?
Olahraga
22 Oktober 2018 20:19 WIB

Highlight Olahraga Senin, 22 Oktober 2018

Malam ini kami tampilkan berita tinju, NBA dan Formula 1
Peristiwa
22 Oktober 2018 19:51 WIB

PDIP: Dana Kelurahan, Komitmen Jokowi Membangun dari Pinggiran

Ini bisa jadi penyeimbang program dana desa