Kamis, 24 Januari 2019
Menko PMK Puan Maharani bertemu mahasiswa di Mesir. (Istimewa)
27 April 2018 15:19 WIB

Pesan dari Puan untuk Mahasiswa di Mesir

"Jadilah calon pemimpin yang selalu menjaga keberagaman dan toleransi,"
Bagikan :


Kairo, era.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani melanjutkan kunjungan kerjanya ke Mesir setelah melakukan monitoring dan evaluasi persiapan ibadah Haji di Arab Saudi. Puan menggelar dialog dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. 

Ada sekitar 80 mahasiswa di sana, di antaranya adalah Presiden PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) bersama pengurusnya, Ketua WIHDAH (Otonom PPMI untuk perempuan) serta pengurus intinya, dan Ketua Tujuh Belas (17) Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia di Mesir. Acara dialog juga diikuti ketua senat mahasiswa dari berbagai fakultas agama, dan penghuni asrama. 

Puan merasa bangga bisa bersilahturahmi dengan para mahasiswa Al Azhar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kedatangan seorang menteri tidak disia-siakan para mahasiswa. Mereka langsung curhat banyak hal.

Mereka menyampaikan aspirasi perlunya pembinaan mahasiswa saat masuk asrama, memperluas beasiswa hingga pelibatan mahasiswa Indonesia sebagai tenaga pendamping pelaksanaan haji. Termasuk usulan dibentuknya lembaga yang kredibel untuk bicara soal agama di Indonesia.


Baca Juga : Megawati dan Puan Groundbreaking Masjid At Taufiq

Puan menyambut baik usulan tersebut dan janji akan meneruskan aspirasi mereka ke kementerian terkait. Puan juga menyampaikan pesan khusus untuk para mahasiswa di Mesir.

"Kalian itu satu Indonesia. Apalagi ini tahun pesta politik, jangan sampai hanya karena berbeda pilihan mengakibatkan kalian tercerai berai," kata Puan dalam siaran pers yang diterima era.id, Jumat, (27/4/2018).


Kunjungan Menko PMK ke Mesir (Istimewa)

Selain itu, menteri koordinator termuda ini berpesan agar mahasiswa membentengi diri dari dampak negatif teknologi dan informasi seperti berita hoax yang menimbulkan fitnah dan perpecahan. Puan punya pesan, mahasiswa sadar kalau Indonesia butuh kader yang mau memikirkan bangsanya.

"Jadilah calon pemimpin yang selalu menjaga keberagaman dan toleransi. Karena bangsa kita terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan budaya. Agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga," pesan Puan.

Selain menyebut Indonesia butuh kader yang memikirkan bangsanya ita juga menyebut, bahwa Indonesia butuh kader yang memiliki komitmen tinggi serta kecintaan pada Indonesia.

"Para mahasiswa perlu sejak dini mempersiapkan diri dan membekali diri dengan berbagai macam keterampilan dan inovasi yang mampu bersaing di masa depan," tutupnya.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
24 Januari 2019 19:33 WIB

Betapa Mulianya Seorang Roger Waters

Pendiri Pink Floyd ini mempertemukan seorang ibu dengan dua anaknya yang diculik
Nasional
24 Januari 2019 19:09 WIB

Kubu Prabowo Memaknai Salam Tiga Jari Ahok

Ini pertanda tidak ingin terlibat Pilpres 2019
Nasional
24 Januari 2019 18:44 WIB

Hottest Issue Malam, Kamis 24 Januari 2019

Ada berita tentang doa Ahoker, kemunculan Bripda Putri dan OTT Bupati Mesuji 
Olahraga
24 Januari 2019 18:21 WIB

Cedera Kaki Neymar Kambuh Lagi

Tuchel pun pusing tujuh keliling
Peristiwa
24 Januari 2019 17:53 WIB

Temui Kubu Jokowi, Dubes Asing Bantah Berpihak di Pilpres 2019

Enggak ada keberpihakan, ini demokrasi negara orang cuy