Kamis, 20 Juni 2019
01 September 2018 08:10 WIB

Lidah Kok Tertelan?

Bagikan :
Jakarta, era.id - Tertelannya lidah adalah sebuah kejadian yang sekilas tampak sederhana, tetapi bisa mengakibatkan terenggutnya nyawa seseorang. Mari kita kenali peristiwa mematikan yang dikenal dengan nama tongue swalling ini dan cara penanganannya.
 
Dilansir oleh Health How Stuff Works, lidah tidak akan mungkin dapat tertelan bila lidah tersebut tidak dipotong. Pasalnya, di dalam mulut ada struktur penting bernama frenulum linguae yang dapat kita lihat ketika kita menggerakkan lidah ke atas.
 
Frenulum linguae merupakan jaringan yang menghubungkan antara dasar mulut dengan lidah. Karena itu, lidah tidak akan mungkin tertelan meski kita sedang melakukan aksi terjun payung dan handstand sekalipun.
 
Jadi sebenarnya, lidah tidak pernah benar-benar tertelan. Istilah ini keliru namun nyatanya sudah dikenal luas di dunia medis. Lidah tertelan berarti tergelincirnya bagian belakang lidah terhadap hulu kerongkongan. Di mana hal ini bisa menyebabkan seseorang tersedak atau tercekik.
 
 
Kondisi ini disebabkan flasiditas (kelemahan untuk menahan, pasif) berlebihan pada lidah yang terjadi terutama saat tidak sadar diri, misalnya pingsan yang menyebabkan otot-otot meregang sehingga lidah menjadi lemas dan mungkin memblok jalur pernapasan.
 
Pada saat lidah 'tertelan' jalur napas otomatis terhenti, karena jalur napas melewati hulu kerongkongan ini baik saat bernapas dari mulut maupun dari hidung.
 
Dalam beberapa kasus pesepak bola, tertelannya lidah juga terjadi saat seseorang masih tersadar. Namun biasanya, meskipun hanya dalam hitungan milidetik, seseorang akan tak sadarkan diri yang menyebabkan melemasnya otot lidah.
 
Cara menangani tertelannya lidah
 
Tindakan utama saat terjadi lidah tertelan adalah melakukan ‘head tilt-chin lift’, yaitu membuka mulut sang korban dan mendorong kepala korban ke belakang, agar lidah yang menutup jalur pernapasan dapat bergerak dan membuka jalur pernapasan tersebut.
 
Selain itu, cara manual yang sering digunakan oleh para pesepak bola di atas lapangan adalah dengan membuka mulut sang korban, dan menarik lidahnya secepat mungkin agar saluran pernapasan dapat kembali terbuka. Ini yang dilakukan Gabi terhadap Fernando Torres dan Abdul Rahman Sulaeman terhadap Hilton Moreira.
 
Cara lain yang dilakukan dengan memasukan benda khusus atau peralatan medis untuk menarik lidah agar saluran napas terbuka kembali. Mengapa harus menggunakan benda khusus? Karena jika menggunakan tangan bisa berakibat gerakan refleks korban untuk menggigit tangan si penolong. Ini yang terjadi saat Jaba Kankava menolong kapten Dinamo Kiev, Oleg Gusev.
 
Tapi tentunya, karena tujuan pertolongan pada penderita tertelannya lidah adalah untuk membuka kembali jalur pernapasan korban sesegera mungkin dan tidak boleh lebih dari tiga menit. Maka, menggunakan tangan si penolong adalah tindakan spontan yang paling tepat.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Zettira Prasasti Boneth
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
BERITA TERKAIT
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Juni 2019 20:26 WIB

Perdebatan Situng di Sidang MK

Jadi sebenarnya Situng itu apa sih? Si Pitung, ane tahu~~
Nasional
20 Juni 2019 20:15 WIB

Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana, Kok Absen di Sidang?

Mungkin mereka lelah, ngantuk atau....
megapolitan
20 Juni 2019 20:01 WIB

Ini Rangkaian HUT DKI Jakarta ke-492

Hari jadi tahun ini akan mengusung tema ekonomi kreatif dan seni
megapolitan
20 Juni 2019 19:23 WIB

Jelang HUT DKI Jakarta, Sejumlah Lalin Bakal Dialihkan

Jangan sampai salah jalan ya sobatque~
Nasional
20 Juni 2019 17:28 WIB

Ribut-Ribut soal Temuan Amplop Saksi Paslon 02

"Tanya saksi Anda saja, bos," jawab Komisioner KPU